Bencana Tsunami di Banten, Belasungkawa Artis Internasional, dan Keluh Kesah Saya

(saya bingung karena ini berita dan opini jadi satu, jadi pake muka member Hey! Say! JUMP, ya?)

Sudah genap 2 minggu semenjak saya terakhir nulis di sini. Kali ini, saya mau nge-rants mengenai tsunami di Tanjung Lesung, Banten, Sabtu 22 Desember 2018 lalu.

Kalian pasti tau 'kan, kalo tsunami yang disebabkan erupsi Anak Krakatau itu merenggut nyawa banyak orang, termasuk artis, pelawak, dan politisi?

Ya, sebut saja yang paling terasa sedih, adalah Ifan, vokalis band Seventeen. Ditinggal ketiga kawan band, manager, serta istri tercintanya yang merupakan caleg Partai Gerindra. Lalu, ada Ade Dora yang kehilangan istri serta Aa Jimmy, temannya di Timlo.

Berita duka ini pun  tak luput simpati dari para tokoh luar negeri.

Yang pertama ada Mesut Özil, pemain sepakbola asal Jerman, ketua dari klub sepakbola Arsenal. Ia turut berbelasungkawa dan menyampaikannya lewat akun Twitter-nya, @MesutOzil1088.
Yang kedua ada ungkapan belangsungkawa Yesung, anggota boyband asuhan SM Entertainment asal Korea Selatan, Super Junior, yang dicuitkan lewat akun Twitter-nya, @shfly3424.
Yang ketiga ada Siwon, juga anggota boyband asuhan SM Entertainment asal Korea Selatan, Super Junior, yang mengungkapkan simpatinya lewat akun Twitter-nya, @siwonchoi.
Yang keempat, ada akun resmi BNK48, girlband AKB48 cabang Thailand. Mereka mengungkapkannya lewat akun Twitter-nya, @bnk48official.
Yang keempat, ada Intersection, boyband asal Jepang yang mengucapkan belasungkawa lewat akun resmi Twitter-nya, @intersectiontyo.
Yang kelima, ada [S]!MBA, artis asal Thailand yang mengungkapkan simpatinya lewat akun Twitternya, @stjinx_maya.
Yang keenam, vokalis band All Time Low, Alexander William Gaskarth mengungkapkan simpatinya lewat akun Twitter-nya, @AlexGaskarth.
Yang ketujuh, pebalap MotoGP Dani Pedrosa lewat akun Twitter-nya, @26_DaniPedrosa.
Yang kedelapan, pebalap Alex Márquez lewat akun Twitter-nya, @alexmarquez73.
Yang kesembilan, pebalap Maverick Viñales lewat akun Twitter-nya, @mvkofficial12.
Yang kesepuluh, musisi asal Jepang, INORAN lewat akun Twitter-nya, @INORAN_OFFICIAL.
Yang kesebelas, Hiroaki Kato, orang Jepang yang sekarang tengah menetap di Jepang dan beberapa kali masuk ke layar televisi nasional Indonesia. Ia mengungkapkan simpatinya lewat akun Twitter-nya, @hiroakikato39.
Yang keduabelas, berentet cuitan bernada sama dengan tagar #PrayForIndonesia oleh artis-artis Thailand, yakni Chimon Wachirawit Ruangwiwat (@Chimonac), Nanon Korapat Kirdpan (@mynameisnanon), Atthaphan Phunsawat (@AtthaphanP), Fiat Pattadon Janngeon (@FiatAngelo), Perawat Sangpotirat (@kristtps), Off Jumpol Adulkittiporn (@off_tumcial), dan Mond Tanutchai Vijitvongthong (@mond_tanutchai).






Yang ketigabelas, ada Brian Harold May, gitaris band rock tahun 70-an, Queen, yang memberikan belasungkawa lewat akun Instagram-nya, @brianmayforreal.


Yang keempatbelas, anggota Girls' Generation, Hyoyeon lewat Instagram-nya, @watasiwahyo.


Yang kelimabelas, Eunhyuk, member boyband legendaris asuhan SM Entertainment, Super Junior, lewat Instagram-nya, @eunhyukee44.




A post shared by Eunhyuk (@eunhyukee44) on


Namun, ternyata masih ada saja yang bersikap konyol di saat duka begini.

Ada yang menyebut bahwa tsunami itu azab karena bisa foya-foya di saat saudara Muslimnya Uyghur tengah berjuang.

Oke, sekarang, hubungannya apa? Emangnya dia penghuni surga bisa nentuin apa penyebab orang diazab? Meski pernyataan itu datang dari kubu Prabowo (yang mana saya juga dukung Prabowo), tapi komentar seperti itu di saat duka sangat tidak pantas, apalagi sampai menghakimi orang. Tolong deh, nggak bisa baca situasi?

Yang kedua, ada yang meributkan bahwa foto-foto tak berhijab istri Ifan, Dylan Sahara Putri, di Instagram sebaiknya dihapus karena dianggap mengumbar aurat.

Ini juga dari kubu Prabowo. Oke, mungkin niatnya baik biar aurat almarhumah Dylan nggak diumbar. Tapi ya masa komen begitu di saat lagi duka begini? Sekali lagi, situ nggak bisa baca situasi?

Yang ketiga, ada yang bilang bahwa dengan para anggota FPI yang memakai baju bertuliskan "FPI" dinilai tidak ikhlas dalam membantu, dalam hal ini ia merujuk pada konklusi "pake baju tulisan FPI=pamer dan tidak ikhlas".

Oke, ini saya rada triggered. Kalo mau salahin atribut, jangan nyerang FPI aja dong. BASARNAS, TNI, dan oknum-oknum yang membantu korban tsunami juga pake baju dengan tulisan instansinya. Itu ada tulisan FPI supaya bisa diidentifikasi, jadi bukan karena pengen pamer. Heran, orang lagi berduka malahan nyalah-nyalahin yang nolong.

Yang keempat, ada yang bilang "musiknya terlalu keras (red; mendentum) makanya ada tsunami".

Ini yang paling ngakak. Masa iya dentuman musik Seventeen segede erupsi Gunung Anak Krakatau? Ya gelo.

Pokoknya jujur saya gedek banget ya, kenapa harus bawa-bawa agama, gitu. Meskipun beberapa dari mereka ada yang satu junjungan capres sama saya, tapi tetep aja saya nggak suka, komennya nggak masuk akal. Bagi saya, terkesan terlalu fanatik dan sok suci, jujur. Meskipun saya satu junjungan dengan mereka (yakni Prabowo). Ya maksud saya, jangan sedikit-sedikit bawa agama. Terkesan tolol. Apalagi yang bawa-bawa atribut FPI sampai buat konklusi kalau FPI nggak ikhlas. Segoblok-gobloknya orang goblok yang goblok banget.

Anyway, bagi yang menjalankan, selamat hari Natal!!!

Tetap jaga persatuan meski berbeda keyakinan, ya?

Udah.

Komentar

Postingan Populer